Arema Beber Kendala Kelola Stadion Kanjuruhan, Soal Aset hingga Biaya Perawatan

Afifuddin Muhammad
Arema FC. (Foto: iNews Malang/ist)

MALANG, iNewsMalang.id - Keinginan Arema FC mengelola Stadion Kanjuruhan belum mulus. Rencana tersebut masih terbentur sejumlah persoalan, mulai skema kerja sama, status aset, hingga biaya perawatan stadion di Kabupaten Malang itu.

CEO Arema FC Iwan Budianto mengungkap persoalan itu dalam podcast yang ditayangkan melalui kanal YouTube resmi klub. Menurut dia, rencana pengelolaan Stadion Kanjuruhan berawal dari arahan pemerintah setelah Tragedi Kanjuruhan.

Saat itu, pemerintah meminta kementerian terkait membangun kembali fasilitas stadion dengan standar yang lebih baik. Stadion yang menjadi kandang klub-klub peserta kompetisi nasional kemudian masuk dalam daftar prioritas pembenahan.

Stadion Kanjuruhan menjadi salah satu stadion yang mendapat perhatian. Kementerian PUPR lantas menjalankan program tersebut dengan melakukan pembenahan besar terhadap sejumlah stadion, termasuk Kanjuruhan.

Namun, pembangunan stadion bukan satu-satunya persoalan. Bagi Iwan, tantangan justru muncul setelah fasilitas berdiri dan harus terus dirawat.

“Bangun stadion itu mudah, yang sulit merawatnya. Karena itu, Arema menawarkan diri mengelola Kanjuruhan,” kata Iwan.

Tak Ingin Kanjuruhan Bernasib Seperti Stadion Lain

Iwan menyebut keberlanjutan fasilitas menjadi alasan lain Arema ingin terlibat dalam pengelolaan Kanjuruhan. Dia tak ingin anggaran besar yang sudah dikeluarkan pemerintah untuk membangun stadion berujung sia-sia karena persoalan perawatan.

Dia menyinggung sejumlah stadion yang pernah menjadi kandang klub profesional. Di antaranya Stadion Palaran di Samarinda dan Stadion Batakan di Balikpapan.

Menurut Iwan, pengelolaan stadion membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Kondisi tersebut bisa menjadi persoalan ketika pemerintah daerah memiliki keterbatasan anggaran untuk perawatan.

“Banyak stadion akhirnya terbengkalai karena sulit dirawat. Mengelola stadion juga tidak murah dan mudah,” imbuhnya.

Karena itu, Arema melihat keterlibatan klub sebagai salah satu opsi untuk menjaga Stadion Kanjuruhan tetap hidup dan terawat. Apalagi, stadion tersebut kembali diproyeksikan menjadi kandang Singo Edan pada Super League 2026–2027.

Skema Pengelolaan Masih Digodok

Meski begitu, Arema belum bisa langsung mengelola Stadion Kanjuruhan. Ada persoalan yang harus dibahas bersama pemerintah, terutama terkait skema pengelolaan dan keuntungan yang diperoleh daerah.

Iwan menyebut tanah tempat Stadion Kanjuruhan berdiri merupakan aset pemerintah daerah. Begitu pula bangunan awal stadion sebelum dilakukan renovasi besar.

Karena itu, pemerintah tentu harus menghitung kepentingan daerah apabila pengelolaan stadion nantinya diserahkan kepada pihak ketiga.

“Itulah yang masih dibahas. Jika Arema mengelola stadion, bentuk timbal balik untuk pemerintah harus disepakati,” jelasnya.

Pembahasan tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan. Namun, Iwan menilai pengelolaan oleh Arema berpotensi memberikan manfaat lebih luas, terutama bagi keberlangsungan aktivitas sepak bola di Kabupaten Malang.

Editor : Ryan Haryanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network