“Kalau hanya mengejar tonase, kita kalah value. Yang harus digali dari Probolinggo adalah keindahan, estetika, dan potensi wisatanya,” ujar Hari.
Menurut dia, kebun anggur bisa dikembangkan menjadi destinasi wisata edukasi. Wisatawan tidak hanya menikmati buah, tetapi juga belajar mengenai budi daya hingga pengolahannya.
Konsep tersebut sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha lokal. Terutama melalui pengembangan produk turunan anggur yang memiliki nilai jual lebih tinggi.
Sejumlah produk pun mulai dibidik. Mulai dodol, permen, selai, hingga peyek daun anggur. Namun, Hari menilai pengolahan sari buah atau jus anggur perlu menjadi prioritas.
“Kuncinya ada di jus anggur. Kalau ekstraksi sari buah berhasil, produk olahan lainnya bisa dikembangkan,” katanya.
Editor : Ryan Haryanto
Artikel Terkait
