Meski demikian, pihaknya berharap ada kebijakan daerah yang sejalan dengan upaya pengembangan komoditas tersebut. Terutama untuk mengintegrasikan budi daya anggur dengan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Miliki 115 Anggota, Rintis 10 Gerai
Sementara itu, Ketua Kopling Mohammad Joko mengatakan, komunitas tersebut terbentuk pada 2022 di Krejengan, Kabupaten Probolinggo. Awalnya, para pehobi anggur saling berinteraksi melalui media sosial.
Pembudidaya menunjukkan hasil panen anggur yang dikembangkan di Probolinggo. (Foto: iNews Malang/Dok Pribadi)
Joko merupakan lulusan Pertanian Agribisnis Universitas Brawijaya (UB) Malang.
Dari komunikasi tersebut, mereka kemudian menggelar pertemuan. Hingga akhirnya sepakat membentuk komunitas sebagai wadah berbagi pengetahuan dan pengalaman budi daya anggur.
Kini, Kopling memiliki 115 anggota dan 27 pengurus. Mereka tersebar di wilayah Kota dan Kabupaten Probolinggo.
“Kopling menjadi wadah berbagi pengetahuan. Mulai perbanyakan bibit, perawatan, sampai penanganan penyakit tanaman,” kata Joko.
Editor : Ryan Haryanto
Artikel Terkait
