Gerai tersebut nantinya menyediakan berbagai kebutuhan budi daya anggur. Mulai sarana perawatan hingga perlengkapan pendukung lainnya.
Tidak berhenti di situ, Kopling juga berencana menggelar kontes tanaman anggur secara berkala. Kegiatan tersebut diharapkan menarik minat masyarakat sekaligus meningkatkan keterampilan anggota dalam menata tanaman.
Joko berharap, berbagai langkah itu bisa mengembalikan anggur sebagai salah satu identitas Probolinggo. Bukan hanya dikenal karena sejarahnya, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Anggur bukan hanya cerita masa lalu Probolinggo. Ada peluang ekonomi dan wisata yang bisa dikembangkan,” pungkasnya.
Editor : Ryan Haryanto
Artikel Terkait
