Pengolahan tersebut diharapkan menjadi solusi ketika produksi anggur melimpah. Dengan begitu, hasil panen tidak seluruhnya bergantung pada penjualan buah segar.
Anggota Komunitas Kopling berkumpul di kebun anggur untuk berbagi pengalaman budi daya. (Foto: iNews Malang/Ist)
Selain menjaga nilai ekonomi, pengembangan industri olahan juga berpotensi membuka lapangan pekerjaan.
Hari menyebut, dari sisi budi daya, anggota Kopling sudah memiliki kemampuan mengembangkan nutrisi dan pemupukan organik secara mandiri. Karena itu, mereka tidak ingin bergantung sepenuhnya pada bantuan pemerintah.
“Ada dukungan pemerintah atau tidak, kami tetap bergerak melestarikan anggur Probolinggo,” tegasnya.
Editor : Ryan Haryanto
Artikel Terkait
