Alasan Arema FC Borong Pemain Timnas, ILeague Cup Masuk Bidikan
Selama tiga tahun terakhir, fokus Arema adalah menjaga klub tetap bertahan. Efisiensi anggaran dilakukan di berbagai sektor. Bersamaan dengan itu, manajemen membenahi tata kelola organisasi, kepanitiaan pertandingan, hingga membangun kembali komunikasi dengan kelompok suporter.
Memasuki tahun keempat, arah kebijakan berubah. Arema mulai kembali memasang target tinggi. Penyusunan skuad bahkan dimulai sekitar tiga bulan sebelum Super League musim lalu berakhir agar pelatih Marcos Santos memiliki waktu cukup membentuk tim sesuai kebutuhan.
“Saya manajemen dan direksi berkomitmen dan menargetkan pada diri kita sendiri setelah tragedi Kanjuruhan, itu maksimal 3 tahun kita cukup untuk mempertahankan eksistensi, di tahun keempat itu harus take off kembali, harus mengembalikan Arema sebelum ada covid dan tragedi,” ungkapnya.
Menurut Inal, kebangkitan Arema tidak hanya diukur dari posisi klasemen. Pembenahan juga dilakukan di sektor manajemen, penyelenggaraan pertandingan, hingga kolaborasi dengan unsur suporter.
“Kita ingin mengangkat Arema di tempatnya yang sepantasnya Arema. Itu harus didukung tim yang bagus juga, jadi di tahun ke-4 ini target sedikit tinggi, bukan hanya komposisi di klasemen tapi secara keseluruhan, dari manajemen kepanpelan semuanya bahkan kita sempat komunikasi dengan presidium berkolaborasi tentang suporter,” jelasnya.
Editor: Ryan Haryanto