“Kalau kelas warung mungkin ada. Tapi yang kelasnya kedai untuk jalur wisata ini belum ada. Celah kosong itu yang saya bidik,” ucapnya kepada iNews Malang, Selasa (4/8/2026).
Strategi tersebut rupanya cukup ampuh menggaet kunjungan. Buka saban hari sejak pukul 08.00 hingga 18.00 WIB, kedai ini kerap menjadi tempat rehat favorit pelancong, baik yang baru turun dari kawah Bromo maupun yang hendak naik.
Usai menikmati hidangan, wisatawan bisa membawa pulang sayuran segar dari Kedai Bromo. (Foto: iNews Malang/Uky)
Untuk menyasar rombongan wisatawan, Ukik mengemas hidangannya dalam format paket hemat Indonesian Favorite dengan ketentuan porsi minimal empat orang (pax).
Pilihannya dipatok mulai Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per porsi. Harga tersebut sudah mencakup nasi putih atau nasi jagung, lauk pauk khas pedesaan seperti ayam goreng bawang dan ikan asin, hingga minuman.
Di jagat maya, tempat rehat ini pun memanen ulasan positif. Di Google Maps, sejumlah pengunjung melemparkan pujian atas keberanian kedai ini mempertahankan cita rasa otentik rumahan di tengah kawasan industri pariwisata yang kian komersial.
“Tempat makan sederhana tapi kualitas terbaik. Harga terjangkau, rasa masakan enak semua,” tulis akun Frsk D dalam ulasannya. “Penolong buat anak rantau yang kangen rumah.”
Editor : Ryan Haryanto
Artikel Terkait
