Warisi Utang Ratusan Juta, Pria di Malang ini Sulap Rumput Desa Jadi Industri Hijau Nasional
Cobaan besar datang pada 2012. Kesalahan perhitungan saat menggarap proyek di Ambon tanpa survei lapangan membuat usaha keluarga merugi hingga ratusan juta rupiah. Tiga kontainer bibit terbuang sia-sia. Kondisi semakin berat setelah sang ayah meninggal dunia pada 2015 dan meninggalkan utang dalam jumlah besar.

Bagus, anak pertama dari empat bersaudara, mengaku sempat menikmati masa muda yang penuh aktivitas. Selain kuliah di Fakultas Ekonomi, ia aktif sebagai pengurus DEMA (Dewan Mahasiswa) dan PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia).
Kepada iNews Malang, Bagus juga bercerita bahwa di luar aktivitas akademik ia pernah aktif mengikuti komunitas sound horeg. Hobi tersebut cukup lama digelutinya sebelum akhirnya memilih fokus meneruskan usaha keluarga.
“Waktu itu saya masih fokus kuliah di Fakultas Ekonomi. Tapi rasanya harus bangkit, harus melanjutkan. Dulu pas kelas 2 SMP saja saya pernah nekad menangani pengiriman 13 truk Fuso ke Bali waktu orang tua sedang naik haji. Masa sekarang harus menyerah?,” kenang Bagus.
Berbekal ilmu ekonomi dari bangku kuliah dan keberanian mengambil risiko, Bagus kemudian mengambil alih kemudi usaha keluarga. Ia mengubah total strategi pemasaran. Jika sang ayah mengandalkan relasi konvensional, Bagus membawa usaha itu masuk ke era digital melalui media sosial.
Editor : Ryan Haryanto